Resume PTI Pertemuan 9
Sistem Informasi Geografi
ü Definisi dan Perkembangan SIG
· Sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan,
menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis,
dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data
geospasial, untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan,
sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota,
dan pelayanan umum lainnya (Murai dalam Prayitno, 2000)
· Menurut ESRI (1990), SIG sebagai suatu kumpulan yang
terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat
lunak, data geografi, dan personil yang dirancang secara
efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate,
memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua
bentuk informasi yang berreferensi geograf.
ü Jadi SIG adalah Sebuah cara untuk menyimpan, mengambil, menyortir, dan membandingkan data spasial untuk mendukung beberapa proses analisis.
ü Nama-Nama Lain dari SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
· Sistem Informasi Lahan (Land Information System = LIS)
· Pemetaan Terotomatis dan Pengelolaan Fasilitas (AM/FM =
Automated Mapping and Facilities Management)
· Sistem Informasi Lingkungan (Enviromental Information System = EIS)
· Sistem Informasi Sumber Daya (Resources Information System= RIS)
· Sistem Informasi Perencanaan (Planning Information System = PIS)
· Sistem Penanganan Data Keruangan (Spatial Data Handling System = SDHS)
ü Karakteristik SIG
· Merupakan hasil pengembangan perangkat keras dan lunak untuk
tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam satu
sistem berbasis komputer.
· Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi
terkait.
· Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan
standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi
kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision
support system serta penerapannya
· Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan
dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik
· Bukan hanya sekedar pengubahan peta konvensional (tradisional) ke
bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak / diperbanyak)
kembali.
· Tetapi mampu mengumpulkan, menyimpan, mentrans-formasikan,
menampilkan, memanipulasi, memadukan dan menganalisis data
spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
· Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian
suatu masalah. Contoh: penyelesaian masalah perubahan iklim
memerlukan informasi dasar seperti curah hujan, suhu, angin, kondisi
awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam
jangka yang cukup panjang.
ü Komponen 1: PERANGKAT KERAS (HARDWARE)
1. Komputer mencakup:
• komputer tunggal,
• komputer sistem jaringan dengan server (LAN & MAN)
• Komputer dengan jaringan Global Internet (WAN)
2. Perangkat Keras Pendukung Sistem GIS, meliputi:
• Peralatan untuk Pemasukan Data
• Peralatan untuk Pemprosesan Data
• Peralatan untuk Penyajian Hasil
• Peralatan untuk Penyimpanan (Storage)
ü Komponen 2: PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE)
1. Perangkat lunak yang mempunyai fungsi: pemasukan data,
manipulasi data, Penyimpanan data, Analisis Data, dan Penayangan Informasi Geografi
2. Beberapa Persyaratan yang harus dipenuhi dari Software SIG:
• Merupakan DataBase Management System (DBMS)
• Memiliki fasilitas Pemasukan dan Manipulasi Data Geografi
• Memiliki fasilitas untuk Query, Analisis, dan Visualisasi
• Memiliki kemampuan Graphical User Interface (GUI) yang
dapat menyajikan hasil (Penayangan dan Printout) informasi
berbasis geografi dan memudahkan untuk akses terhadap
seluruh fasilitas yang ada.
ü Komponen 3: D A T A
1. Data merupakan komponen yang sangat
penting dalam Sistem Informasi Geografis
2. Keakurasian Data sangat dituntut dalam SIG
3. Dikenal konsep:
• “Garbits In Garbits Out” dan sebaliknya
• “Gold In Gold Out”
ü Komponen 4: SUMBER DAYA MANUSIA (SDM-PEOPLE)
1. Teknologi SIG menjadi sangat terbatas
kemampuannya jika tidak ada Sumber Daya
Manusia (SDM) yang mengelola sistem dan
mengembangkan sistem untuk aplikasi yang
sesuai.
2. SDM Pengguna Sistem dan SDM Pembuat Sistem
harus saling bekerjasama untuk mengembangkan
teknologi SIG.